Menu Tutup

Requiescat in Pace Pastor Yonas Atjas Pr

Yonas Atjas

Kamis, 18 Agustus 2022

“Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil. Terpujilah nama-Nya.” Kutipan dari Kitab Ayub ini bergema pagi hari sekali ketika berita duka dari Sekretaris Keuskupan Amboina berdering di WA Group Dosen STF Seminari Pineleng, berbunyi: Telah meninggal dunia RD. YONAS ATJAS pada hari Kamis, 18 Agustus 2022, jam 04.55 WIT di Rumah Sakit Siloam Ambon.

Semua tertunduk memasrahkan diri kepada kehendak Allah atas kehendaknya yang penuh misteri. Pastor Yonas Atjas adalah imam praja Keuskupan Amboina yang diutus bertugas di Seminari Tinggi Hati Kudus Pineleng dan sekaligus dosen Teologi Moral di STF Seminari Pineleng. Selain menjadi pembina seminari dan dosen, tugas terakhir beliau adalah menjadi Bendahara Yayasan Perguruan Tinggi Katolik Keuskupan Amboina. Selain itu beliau juga melayani di banyak paroki, khususnya paroki St. Ursula Watutumou. Semua tugas itu dilaksanakan dengan penuh cinta dan semangat. Dikenal dengan senyumnya dan suaranya yang bas, Pastor Yonas menjadi pastor kesayangan umat dan para frater.

Pastor Joko, sahabat dan rekan beliau di Seminari Hati Kudus mencatat beberapa keterangan tentang beliua, sebagai berikut: “P. Yonas Atjas lahir di Saumlaki 18-01-1964. Angkatan masuk Seminari Pineleng 1983 bersama dg 44 temannya. Yang menjadi imam: 10 imam praja dan 7 MSC. P. Yonas imam ke- 205 lulusan Seminari Pineleng.
Teman seangkatan antara lain: Costan Ohoira, Putut Haryanto, Marianus, Titus Rahail jr msc, John Rawung, Benny Pangkey dll. P. Yonas ada di nomor urut 443 di buku Induk Seminari.” Jabatan yang pernah diembannya antara lain Ketua Yayasan Pendidikan Keuskupan Amboina, Ketua Yayasan Kesehatan Keuskupan Amboina. Di STF Seminari Pineleng selain Teologi Moral beliau memegang mata kuliah Ajaran Sosial Gereja dan Spiritualitas. Banyak anak bimbingan Skripsi datang kepadanya dan dibimbing dengan penuh perhatian.

Pastor Yonas dikenal sebagai suka membangun. Semua itu tergerak karena keprihatinannya. Ketika datang di Seminari Pineleng, dia melihat kapel-kapel di seminari sudah kumuh dan tidak terawat. Maka Ia pun mulai membangun satu persatu kapel-kapel di basis-basis. Ia berharap kapel itu menjadi tempat yang sungguh membuat tenang dan mendukung hidup rohani para frater. Demikian pula dibuatnya pada Kapel Besar Seminari. Semua dibuatnya dengan penuh kasih karena kerinduan agar para frater menjadi orang-orang yang dekat dengan Tuhan.

Tidak hanya itu karya beliau. Beliau merancang pembangunan unit-unit baru di Seminari Tinggi Pineleng, menggantikan unit-unit yang sudah tua. Dalam waktu singkat dengan ketrampilannya mengorganisir dana dan tukang-tukang bangunan Seminari diresmikan. Karya itu kemudian melebar lagi, yaitu ketika beliau diangkat menjadi bendahara Yayasan Perguruan Tinggi Katolik Keuskupan Manado, yang mengelola STFSP. Beliau segera menanggapi kebutuhan mendesak akan asrama putri. Maka didirikanlah asrama St. Benedikta dari Salib yang dapat menampung 20 orang mahasiswi. Sesudah itu ia memprakarsai renovasi asrama Putra Mgr. Theodorus Moors dengan memperbaiki gedung lama dan menambah gedung sehingga asrama menjadi lebih megah dan luas, dan dapat menampung 20 orang mahasiswa. Dari situ beliau membangun pula asrama di STP Don Bosco Tomohon dengan kapasistas 40 orang. Bukan hanya membangun, pastor Yonas bersama Yayasan memprakarsai pembinaan yang integral di seminari dan asrama-asrama itu. Di Asrama ia bersama Yayasan mengundang dua kongregrasi suster untuk turut mendampingi: Suster-suster DSY di Asrama Putri St. Benedikta dan suster-suster PBHK di Asrama Putri STP Don Bosco.

Akhirnya karya terakhir yang luar biasa adalah renovasi Gedung STFSP, yang menelan biaya tidak sedikit. Atap-atap diperbaiki, demikian pula cat yang sudah kusam. Taman dan lampu-lampu diaturnya sehingga Gedung STFSP nampak bersinar terutama pada malam hari begitu luar biasa. Pastor Yonas menjalin keakraban dengan para pegawai semuanya sehingga mereka bekerja dengan penuh semangat. Demikian pula dengan para donatur ia sangat dihargai dan didukung. Katanya: Seminari ini milik umat, kepada siapa lagi kami meminta bantuan. Saya tinggal mengembalikannya kepada umat dan saya hanyalah pengurusnya.

Terakhir didengar beliau sakit ketika sedang berlibur di kampung halamannya di Tanimbar. Beliau kemudian diperiksa lanjut ke Ambon di RS Siloam. Tuhan menghendaki sesuatu yang lain daripada setiap rencana manusia. Pada pagi hari Kamis tanggal 18 Agustus, beliau dipanggil menghadap Bapa di Surga. Ad Vitam Aeternam, Pastor Yonas.

Posted in Berita STFSP

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.