Tahbisan Imam Baru

Sabtu, 26 Juli 2020.

Kegembiraan menyelimuti Kapel Seminari Tinggi Hati Kudus Pineleng pagi ini. Sepuluh orang muda berselempangkan stola diakon berbaris di sakristi, siap berarak menuju Kapel Besar untuk menerima tahbisan imam. Moment ini adalah momen yang mereka tunggu-tunggu sejak sembilan atau sepuluh tahun sebelumnya. Tidak terasa momen itu akhirnya menjadi kenyataan pagi ini. Mesti tidak ada kemeriahan seperti biasanya tahbisan pada umumnya, mereka menyambut momen tabisan mereka di masa pandemik ini secara khusus dan khusuk. Hanya beberapa umat bisa hadir di acara ini, karena mereka baru dihubungi satu hari sebelumnya. Orang tua, bapa dan mama atau orang-orang tertentu yang mewakili orang tua mereka di kampung yang jauh. Begitu pula tidak banyak pastor hadir karena situasi ini. 7 orang di altar dan 2 yang lain di bangku bawah. Tentu saja umat dan keluarga yang lain masih bisa mengikuti acara mulia ini melalui live streaming yang dibuat oleh Komsos Keuskupan Manado.

Hadir dalam peristiwa ini, selain Uskup Manado, Mgr. Benediktus Rolly Untu, juga pater Propinsial MSC Indonesia, Pater Samuel Maranresy MSC. Pater Rektor Seminari Hati Kudus, Pst. Melky Malingkas, Pater Superior Skolastikat, P. Anselmus Jamlean MSC, Ketua STF Seminari Pineleng, Pst. Gregorius Hertanto Dwi Wibowo, dan beberapa dosen STFSP. Sesudah misa acara dilanjutkan dengan jamuan sederhana di kapel seminari Hati Kudus.

Adapun mereka yang ditahbiskan adalah: Pst. Agustinus Budiman MSC, Pst, Andreas Buarlele MSC, Pst. Novri Dien MSC, Pst. Wensislaus Batbual MSC, Pst. Koresta Fransiskus Rian Lila Pr,, Pst. Jerry Bambalu Torrebellaz Pr, Pst. Jufri Antonius Dotulong Pr, Pst. Malvin Antonius Karundeng Pr, Pst. Yohanes I Made Pantyasa Pr dan Pst Bernardus I Wayan Sugiarta Pr. Dua yang disebutkan terakhir adalah kakak beradik.

 

Senyum STFSP

Membangun Hati Manusia Pemimpin

Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng berdiri sejak 15 Agustu 1954 atas prakarsa Mgr. Nicolaus Verhoven MSC. Sejak semula pendidikan di Sekolah Tinggi ini ditujukan untuk menyiapkan pemimpin rohani, yaitu para imam dan guru iman bagi Gereja Katolik. Namun tujuan ini berkembang sesuai dengan perkembangan jaman. Ilmu Filsafat dan Teologi terutama membuka pikiran dan membentuk hati manusia sehingga bukan hanya para mahasiswa mencapai profesi tertentu, melainkan juga sebagai manusia berilmu mereka dibekali hati yang terbuka, mencintai kebenaran dalam kerendahan hati dan kejujuran, memiliki keutamaan berdialog dan mampu memimipin.

Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng (STFSP) berusaha menanamkan kemampuan pastoral yang bersemangat kristiani sebagaimana dihayati dalam Hati Kudus Yesus, pelindung Sekolah. Fides, Veritas dan Ministerium menjadi motto dalam gerak pendidikan dan pembinaan para mahasiswa di sekolah Tinggi Filsafat. Fides berarti iman, Veritas berarti kebenaran dan Ministerium menunjuk pada pelayanan. Ketiganya menjadi soko guru pembinaan, tetapi juga sekaligus karakter dasar para lulusan yang dicita-citakan.

Sebagai Sekolah Tinggi, STFSP mendapat pengakuan resmi dari Pemerintah pada tanggal 11 Mei 1970. Sejak saat itu STFSP bersama seluruh masyarakat Indonesia terlibat penuh dalam gerak pendidikan di Indonesia. Sumbangan khas STFSP di sini adalah bidang studi Filsafat dan Filsafat Keilahian yang mencerdaskan akal budi, memurnikan hati nurani dan membangkitkan sikap peduli.