Pembinaan Komunitas Terintegrasi

Sistem STFSP menetapkan bahwa setiap mahasiswa harus mengikuti pembinaan dalam komunitas. Ada tiga komunitas bina yang menyelenggarakan pembinaan ini. Para mahasiswa yang merupakan calon imam akan dibina di komunitas Diosesan, bilamana ia adalah calon imam diosesan dan komunitas Biara MSC, bilamana ia merupakan calon imam dari Kongregrasi MSC. Sedangkan para mahasiswa non calon imam akan dibina dalam Komunitas Kateketik.

Nama Kateketik memang bisa bisa disalah artikan. Orang mengira bahwa mereka hanyalah para calon guru agama atau Katekis saja. Padahal mereka bukan hanya calon katekis. Kateketik adalah nama untuk mengatakan bahwa mereka adalah orang yang belajar agar mereka dapat menularkan pengetahuan yang mereka dapatkan. Tentu saja sesuai dengan bidang STFSP mereka akan mempelajari iman dan ajaran Gereja Katolik, tetapi selain itu mereka juga belajar filsafat dan ilmu-ilmu Humaniora lainnya. Mereka akan menyiapkan diri menjadi motivator kemanusiaan yang unggul dan dengan sikap bijaksana kiranya mereka juga akan menjadi promotor persaudaraan dalam kebhinekaan.

Tiga komunitas mempunyai sistemnya sendiri, tetapi terintegrasi dalam seluruh pedagogi pembinaan STFSP: mencerahkan budi, mempertajam hati nurani dan membangkitkan sikap peduli.

Hidup Komunitas sesuai dengan himbauan Paus Fransiskus dalam Fratelli Tutti (Saudara Sekalian). Kita perlu membangun komunitas persaudaraan, yang terbuka dan bukannya tembok pemisah yang menyendirikan orang dalam kesepian dan ketakutan.

Relasi dan Dialog

ekumene

Dengan membangun komunitas, martabat manusia dibangun dan dirawat. Namun itu harus pula ditambah dengan kemampuan berdialog dan berkomunikasi secara sehat dengan saudara-saudara yang berbeda.

Kami bermimpi bahwa dengan semangat persaudaraan ini, sikap solidaritas, mau membantu yang lain, serta semangat kerjasama dibangun dalam hati setiap mahasiswa. Intinya kesiapsediaan dialog dan bersolider.