Pembinaan Komunitas Terintegrasi

Sekolah Tinggi Seminari Pineleng menerapkan pembinaan terintegrasi dengan sistem komunitas. Jadi selain pendidikan intelektual yang diberikan di ruang-ruang kelas, terdapat lagi pembinaan kepribadian melalui sistem pembinaan di komunitas-komunitas. Ada 3 Komunitas besar di sini dengan ciri khas masing-masing. Yang pertama adalah komunitas calon imam Diosesan, yang mencakup mahasiswa calon imam dari Keuskupan Amboina dan Keuskupan Manado. Mereka dibina dalam sebuah komunitas besar berbasis kelompok-kelompok basis.

Komunitas kedua adalah komunitas biarawan MSC, yang menempati lahan sekitar 75 meter dari kampus utama STFSP. Mereka adalah para biarawan MSC yang akan menjadi imam-imam MSC. Pembinaan dibuat berdasarkan sistem unit-unit.

Sedangkan Komunitas ketiga disebut sebagai komunitas Kateketik. Ini mencakup mahasiswa-mahasiswi non calon imam, baik yang ada di prodi Ilmu Filsafat maupun Teologi. Nama Kateketik seringkali agak membuat bingung, karena orang akan berpikir bahwa mereka hanyalah calon katekis dari prodi Teologi. Namun sesungguhnya kateketik mencakup komunitas orang yang dibina dan diajar untuk memahami kebenaran dan iman. Jadi nama itu masih dipertahankan sampai sekarang.

Komunitas Kateketik ini tinggal di tempat yang berbeda-beda. Ada dua asrama untuk mahasiswa-mahasiswi ini: Asrama Putra, yang terletak 400 meter dari kampus dan Asrama Putri yang lebih dekat, hanya 100 meter saja dari kampus utama. Selain dua asrama ini terdapat juga mahasiswa yang menempati rumah-rumah kos di sekitar kampus atau tetap tinggal di rumah mereka masing-masing.

Pembinaan asrama  ini membuat pendidikan di STFSP terintegrasi, bukan hanya sebagai pembinaan intelektual, pengetahuan melainkan juga menjadi lembaga pembinaan mental, pembinaan hidup bersama dan sosial serta pembentukan sikap yang baik. Harapannya para mahasiswa dan mahasiswi bisa menjadi pelayan dan pemimpin yang mumpuni di masa depan.

Di dalam komunitas para mahasiswa dilatih untuk bekerja, mencintai lingkungan hidup, seimbang dengan hidup doa dan pembentukan kepedulian bagi orang miskin dan papa.

Relasi dan Dialog

Diskusi Panel

Mencetak manusia yang mempunyai kesiapan untuk berdialog hanya mungkin terjadi kalau mahasiswa juga mengalami perjumpaan dengan orang lain. Pembinaan Komunitas seringkali menyiapkan kesiapan perjumpaan ini misalnya ketika mahasiswa menerima tamu dari kelompok yang berbeda dari mereka. Hospitalitas, keterbukaan dan kesiapsedian untuk ditanyai dan untuk bertanya membuat jiwa dialogis bertumbuh.