Mahasiswa KKN 2020

Pengutusan Mahasiswa KKN di Masa Pandemi

Dua belas mahasiswa menjawab tegas pertanyaan tentang kesiap sediaan mereka untuk melayani yang diajukan Ketua STFSP, Dr. Gregorius Hertanto, S.S., M.Th. Mereka adalah mahasiswa non calon iman yang diutus hari ini  untuk menjalankan tugas perutusan KKN semester ini.  Mereka sudah disiapkan pada selama dua hari, 2 – 3 September 2020 dengan berbagai pendadaran, yang bertempat di ruang rapat dosen kampus STFSP. Para mahasiswa-mahasiswi tersebut terdiri dari 7 orang dari Prodi Ilmu Filsafat (Aloysius Bala Sumare, Jeini Palit, Marianus Hiwin, Syul Prisilia Sondakh, Peggy Veronika Iroth, Yakobus Weridity dan Yohanes Titirloloby) dan 5 orang dari Prodi Teologi (Melisa Klaudia Kising, Regina C. Kamasi, Ronaldo Gerardo Tamon, Vernanda Gabriela Reyaan, dan Yuniver Nona Mariana Damisi).

KKN tahun ajaran ini menarik, khusus, dan tak biasa sekaligus unik karena ada dalam masa pandemi Covid-19. Lazimnya para mahasiswa akan diutus untuk melayani satu umat (masyarakat) di stasi atau daerah tertentu. Kali ini KKN STFSP bisa dikatakan berbeda. Para tidak diutus untuk turun kemana-mana, melainkan diutus untuk “berkarya” di kampusnya sendiri yang tercinta. Untuk itu, masa persiapan yang berlangsung selama dua hari tersebut diarahkan sungguh-sungguh untuk kesiapan para mahasiswa calon KKN dalam melaksanakan tugas di kampus nantinya.

Pada hari pertama terdapat tiga sesi pembekalan. Diawali dengan sesi I yaitu mengenai “Keterangan Umum Seputar KKN” yang dibawakan oleh Pst. Dr. Barnabas Ohoiwutun, MSC, Wakil Ketua Bidang Akademik, selaku penanggungjawab. Dalam sesi tersebut, Pst. Berty menyampaikan tentang esensi dan seluk-beluk KKN yang akan dijalankan oleh para mahasiswa. Selanjutnya ada sesi-sesi: “Penerbitan Jurnal Imiah” dibawakan oleh Pst. Dr. Stanley Pondaag, MSC, “Pengelolaan Perpustakaan” oleh Rm. Anthonius Tukiran, S.S., Lic.His.eccl., MSC, “Pengelolaan Administrasi Umum dan Program Studi” oleh Ibu Siska Mamuaya dan Ibu Priscilia Korompis, S.Fil.  Kemudian dilanjutkan pada hari kedua, yang diawali oleh sesi yang dibawakan oleh Pst. Julius Salettia, Pr dengan tema “Spirit ber-KKN”. Pembekalan terakhir diberikan oleh Pst. Ignasius Welerubun, MSC (Pst, Igo) mengenai “Pembuatan Laporan KKN”.

Acara Persiapan Program KKN Mahasiwa Awam (Kateketik) tahun ajaran 2020 dipuncaki dengan Perayaan Ekaristi – Misa Pemberkatan dan Pengutusan oleh Ketua STFSP. Acara ini menjadi lebih berbobot karena Peringatan Wajib St. Gregorius Agung (3/9/2020), yang bisa menjadi inspirasi bagi semangat pelayanan yang tulus. Misa dipimpin langsung oleh Ketua STFSP, Pst. Gregorius Hertanto, MSC, didampingi Pst. Barnabas Ohoiwutun. Rm. Gregorius Hertanto, mengangkat bacaan Injil Luk 22:24-38. Dalam homilinya, ia memberitahukan bahwa KKN boleh-boleh saja tidak dilangsungkan di tengah umat, sebagai suatu bentuk pelayanan yang kongkrit. Akan tetapi, semangat pelayanan dengan kerendahan hati tetap saja menjadi tujuan. Itulah yang penting bagi seorang pemimpin kristiani, yaitu selalu berangkat dari semangat melayani. Upacra pengutusan dan pemberkatan para calon mahasiswa KKN pun menjadi penanda dimulainya pelaksanaan KKN STF-SP di tengah masa pandemi covid-19 ini. (Melisa Kising dan Gerard Tamon)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *