Menu Tutup

Hari Keuskupan Manado – Mahasiwa-mahasiswi STFSP Bawakan Acara

Lotta, 14 September 2022

Pesta Salib Suci menjadi hari istimewa Keuskupan Manado. Bapa Uskup Manado mencanangkannya menjadi Hari Keuskupan Manado dan akan terus dirayakan setiap tahun. Demikian hal itu ditegaskan lewat perayaan Ekaristi dan Pentas Budaya 14 September 2022 ini, bertempat di Ampitheater Emmanuel Youth Center, Lotta. Hadir ribuan umat dari paroki-paroki di Kevikepan Tombulu dan Tomohon serta ribuan anggota Legio Christi Keuskupan Manado. Mereka memadati gedung Ampitheater kebanggaan Keuskupan Manado, yang dibangun pada tahun 2016, saat Keuskupan ini menjadi tuan rumah Indonesian Youthday.

Dalam Ekaristi yang dipersembahkan juga untuk memperingati 5 tahun episcopal Uskup Rolly Untu MSC, Uskup mengangkat makna Salib Kristus bagi umat Keuskupan. Salib yang bagi orang Yunani tanda kebodohan dan bagi orang Yahudi tanda kehinaan, menjadi lambang kemenangan kita. Dengan salib kita merangkul semua perjuangan hidup kita, suka duka, kesengsaraan dan derita, sambil kita percaya bahwa di salib itulah Tuhan kita memberi kita kemuliaan keselamatan. Perayaan Ekaristi diadakan secara inkulturatif dengan dua bahasa: bahasa Indonesia dan bahasa Tombulu.

Perayaan ini menjadi perayaan syukur atas semua perjalanan misi di Keuskupan Manado. Pada 14 September tahun 1868, datang kembali seorang misionaris ke tanah Minahasa, Pastor Johanes de Vries SJ di pantai Kema, dan memulai misi penginjilan yang sempat terjeda karena berbagai hal. Seorang awam yang bernama Daniel Mandagi membuka jalan bagi misionaris ini dengan berkirim surat kepada Bapa Uskup di Batavia untuk mengirimkan misionaris untuk membaptis anaknya di Langowan. Berkat rahmat Tuhan, banyak orang dibaptis oleh misionaris ini. Sejak saat itu iman Katolik berkembang di bumi Minahasa dan Sulawesi Utara, bahkan sampai ke Sulawesi Tengah.

Acara semakin meriah karena sesudah misa digelar pentas budaya yang sangat apik. Penari-penari dari Paroki Ratu Damai, Tomohon, dan kelompok-kelompok kesenian yang tergabung dalam Rumah Budaya Tomohon menyuguhkan pagelaran budaya yang sangat indah. Kelompok kulintang modern dengan berbagai variasi unjuk kebolehan. Demikian pula tampil Tarian Pasutri yang menggambarkan keindahan dalam keluarga-keluarga Katolik. Tarian Maengket massal yang melibatkan orang muda, orang dewasa dan anak-anak menambah semarak malam ini sebagai pesta umat.

Tidak ketinggalan para mahasiswa-mahasiswi STF Seminari Pineleng ambil bagian dengan menyuguhkan sebuah tarian kreasi baru yang diiringi dengan alat music kayu dan bambo. Tarian dan music mereka digubah oleh Pastor Aldrin Rey bersama dengan Kak Atik. Para mahasiswa yang terdiri dari para frater dan kateketik itu seolah-olah menjadi pemberi makna dari semua rangkaian itu. Secara puitis para penonton ditantang untuk merenungkan jasa misionaris dan pendahulu-pendahulu. Jangan tunggu peringatan ke 200 baru kita merenung dan memaknai peristiwa. Sekarang ini, setiap hari, kita harus berani keluar, menampilkan wajah Gereja yang sejati, yang peduli pada sesama dan keselamatan.

Seluruh kegiatan ini dikoordinir oleh panitia kecil yang menyebut dirinya Tim 7 Salib Suci. Ketua Panitia Pastor Rhein Saneba mengatakan bahwa kegiatan ini akan digelar setiap tahun di Lotta dan melibatkan umat Keuskupan Manado secara bergilir. Pastor Hanny Mentang mengucap terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu acara ini sehingga sedemikian sukses.

Galleri Foto

Repro dari Magnificient Production (live Streaming)

Posted in Berita STFSP

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.