You are currently viewing Seminar Kebangsaan Kaum Muda 2025 : Teladan Paus Fransiskus dalam Membangun Dialog

Seminar Kebangsaan Kaum Muda 2025 : Teladan Paus Fransiskus dalam Membangun Dialog

Pineleng- 22 Maret 2025, Kementrian Agama Republik Indonesia selaku sponsporship utama bekerja sama dengan STFSP untuk mengadakan seminar kebangsaan kaum muda dengan tema “Menimba Inspirasi Paus Fransiskus dalam Membangun dialog Antar Umat Beragama : Iman , Persaudaraan & Belas Kasih”. Melalui tema kunjungan paus  Fransiskus di Indonesia tersebut, Kaum muda diajak untuk mendalami paus Fransiskus dan usahanya dalam berdialog dalam masa kepausannya. Mengenai Ide dan konsep seminar ini dirancang dengan baik oleh BEM STFSP selaku panitia pelaksana.

Seminar ini menghadirkan keynote speaker yaitu RD Aloysius Budi Susilo selaku sekretaris eksekutif Komisi Hub.antaragama dan kepercayaan  KWI serta dimoderatori oleh RD. Ramlan Mantow selaku ketua komisi Hub. Antaragama dan kepercayaan Keuskupan Manado.  Hadir juga Perwakilan Kemenag dalam hal ini Ibu Youla Makarawung selaku Ketua Pembimas Katolik Sulawesi Utara. Seminar ini diikuti oleh seluruh civitas akademika STFS dan berbagai perwakilan organisasi kaum muda, mahasiswa/i institusi pendidikan tinggi lainnya dan relgius muda dari lembaga hidup bakti.

Dalam materi yang dibawakan oleh keynote speaker, Romo budi menegaskan bahwa paus fransiskus adalah figur yang menekankan perdamaian dari segala pertikaian yang seringkali terjadi dalam konteks agama. Paus fransiskus dalam dokumen-dokumen kepausanya ingin menampilkan gereja yang berdialog dan “membangun jembatan daripada tembok pemisah”. Kehadiran bapa suci di Indonesia pada september 2024 lalu menjadi sorotan dunia karena kehadirannya menghadirkan penuh pesan perdamaian dan toleransi secara khusus di Indonesia.

Romo budi kembali menegaskan bahwa sebagai generasi muda yang akan memimpin di masa depan, kita harus mampu membangun semangat dialog sejak awal dan menjauhkan diri dari rasa intoleran yang mengancam kesatuan bangsa. Konflik agama jangan sampai menjadi akar dari kerusakan bangsa karena dampaknya begitu mengerikan dan dapat tak terkendali.

Setelah mendalami materi dan diskusi dengan keynote speaker. Seminar ini dilanjutkan dengan Focus Group Discussion yang dibagi ke dalam 5 kelompok yang dibawakan oleh para dosen STFSP. Para peserta seminar diajak untuk mendalami dan berdiskusi mengenai semangat dialog paus fransiskus secara spesifik khususnya dengan agama islam, yudaisme, ekumensime serta dialog politik dan budaya ala paus Fransiskus.

 

Seminar ini mengharapkan agar semoga teladan paus Fransiskus sungguh bertumbuh dalam diri anak muda untuk menjadi pribadi yang berdialog dan menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia. Besar harapan agar kaum muda menjadi duta toleransi dan dialog di manapun mereka berada.

 

 

Credit : Kristian Hadiwijaya

Tinggalkan Balasan