You are currently viewing Purnabakti dan Syukuran HUT ke-60 Bapak Bernadus Welly Lumi: Momen Syukur dan Kebersamaan

Purnabakti dan Syukuran HUT ke-60 Bapak Bernadus Welly Lumi: Momen Syukur dan Kebersamaan

Pineleng, 27 September 2025 – Kediaman keluarga Lumi-Lintong di Pineleng pada Sabtu, 27 September 2025, dipenuhi suasana penuh syukur dan kebahagiaan. Hari itu menjadi momen istimewa bagi Bapak Bernadus Welly Lumi, yang merayakan dua peristiwa penting sekaligus: purnabakti dari karya dan tugas yang telah digelutinya selama 37 tahun, serta ulang tahun ke-60 yang penuh makna.

Acara diawali dengan Perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC. Dalam homilinya, Rm. Hertanto mengajak seluruh umat untuk melihat perjalanan hidup sebagai anugerah dan kesempatan untuk terus berkarya dalam iman maupun sebagai pengabdian. Beliau juga menekankan bahwa purnabakti bukan sekadar akhir dari sebuah perjalanan, melainkan saat untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan, keluarga, dan sesama dengan semangat syukur.

Usai Perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan ucapan selamat datang oleh Ibu Magdalena Lumi Tulung mewakili keluarga. Dengan penuh kehangatan, beliau menyampaikan rasa syukur atas kehadiran keluarga besar, sahabat, rekan kerja, serta civitas akademika Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng (STFSP) yang berkenan hadir dan mengambil bagian dalam sukacita bersama keluarga.

Selanjutnya, Ketua STFSP, Dr. Barnabas Ohoiwutun, dalam sambutannya menegaskan bahwa figur Bapak Welly Lumi adalah sosok yang penuh kedisiplinan, dedikasi, memiliki integritas, serta menjadi teladan dalam ketekunan bekerja dan membangun relasi yang harmonis. “Purnabakti adalah tonggak awal untuk menabur kebijaksanaan hidup. Dedikasi Bapak Welly adalah warisan berharga bagi lembaga dan bagi kita semua,” ungkapnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Uskup Rolly Untu, yang memberikan apresiasi mendalam terhadap karya, pengabdian, dan teladan yang telah ditunjukkan oleh Bapak Welly. Uskup juga menyampaikan doa dan harapan agar dalam usia yang baru, Bapak Welly bersama keluarga selalu dianugerahi kesehatan, kekuatan, serta sukacita dalam menjalani hari-hari ke depan.

Sebagai wujud penghargaan, diberikan beberapa bingkisan tanda kasih: dari Ketua STFSP Dr. Barnabas Ohoiwutun mewakili institusi, dari Prof. Dr. Johanis Ohoitimur mewakili para dosen, serta dari Ibu Fransiska Mamuaja mewakili tenaga kependidikan. Pemberian bingkisan ini bukan hanya simbol penghormatan, tetapi juga ungkapan persaudaraan dan terima kasih atas seluruh karya dan pengabdian yang telah diberikan. Setelah tanda kasih Bapak Welly menyampaikan kesan yang sangat mendalam.

Mewakili keluarga, Ibu Olivia Lumi Kawung menyampaikan ucapan terima kasih mendalam kepada semua yang hadir, terutama kepada Uskup, pimpinan, para dosen, tenaga kependidikan, serta sahabat dan kerabat yang telah bersama-sama merayakan momen istimewa ini. Beliau menekankan bahwa kehadiran dan doa dari semua pihak menjadi hadiah yang tak ternilai bagi keluarga.

Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah yang berlangsung penuh keakraban dan sukacita. Hidangan sederhana namun penuh makna mempererat tali persaudaraan, sementara canda tawa dan sapaan hangat mengiringi kebersamaan yang terjalin.

Perayaan purnabakti sekaligus syukuran HUT ke-60 Bapak Bernadus Welly Lumi ini bukan hanya menjadi tanda syukur atas perjalanan panjang pengabdian dan karya, tetapi juga menjadi momen berharga yang memperkuat ikatan kekeluargaan, persahabatan, serta kebersamaan dalam iman. Semoga teladan hidup beliau menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam melangkah dengan rendah hati, penuh kasih, dan setia pada panggilan hidup.

Tinggalkan Balasan