Menu Tutup

Lagi, STFSP mewisuda 55 Sarjana!

Pineleng, 27 Agustus 2022

Kebahagiaan kembali membanjiri Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng. Kali ini karena Kampus Filsafat dan Teologi yang terletak di jalan Manado Tomohon ini berhasil mewisuda 55 orang Sarjana Filsafat dari kedua program studi yang dimilikinya. Seluruhnya ada 32 lulusan dari Program Studi Ilmu Filsafat dan 23 dari Program Studi Teologi. Selain itu ada pula dua mahasiswa lulusan tahun sebelumnya yang bergabung dalam wisuda kali ini.

Acara dimulai pada jam 9 pagi dan dilaksanakan secara hybrid: offline dan online. Sebagian mahasiswa yang mengikuti secara online sudah berada di tempat tugas mereka masing-masing, khususnya para frater yang bertugas pastoral di Papua, Maluku, Maluku Utara dan Kalimantan. Maklumlah mereka sudah ditugaskan oleh tarekat dan keuskupan untuk bekerja di daerah terpencil sehingga tidak memungkinkan untuk kembali ke Almamater. Namun begitu acara dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Hadir pada kesempatan ini adalah Bapak Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili oleh Bapak Edwin Kindangen, Kepala Dinas Perdagangan Sulawesi Utara, Kepala Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XVI Gorontalo, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Bapak Akub Zainal, Kepala Pokja Akademik LLDIKTI XVI,  Ketua APTISI Sulawesi Utara yang diwakili oleh ibu Riani Imelda dari UTSU dan Ibu Pendeta Yessi dari UNPI, Manado. Begitu pula Bapak Camat Pineleng diwakili oleh Bapak Johan Sumaraw. Ibu Pembimas Agama Katoki diwakili oleh Bapak Leo Tumuju, Pembimas Kabupaten Minahasa.

Ketua STF Seminari Pineleng, Pastor Dr. Gregorius Hertanto Dwi Wibowo merasa sangat bahagia dengan acara wisuda ini. Mengangkat tema yang diangkat oleh Panitia, yaitu “Berjalan bersama dengan harapan baru” beliau menekankan pentingnya kerjasama dalam mengelola pendidikan tinggi. STFSP sudah berusaha mengangkat kerjasama ini sejalan dengan program MBKM dan 8 Indeks Kinerja Utama (IKU). Kerjasama dengan perguruan tinggi serumpun seperti Asosiasi Filsafat Teologi Indonesia (AFTI) sudah sejak lama dirintis dan STFSP adalah salah satu pengurusnya. Demikian pula kerjasama yang bertaraf internasional seperti dengan Palang Merah Internasional (ICRC) dan Interfidei Foudation (Interfidei/DIAN). Tentu saja sebagai lembaga di bawah Gereja Katolik STFSP selalu terbuka pada peluang kerjasama internasional lainnya. Ketua STFSP juga berterima kasih atas kerjasama yang terjalin dengan APTISI dan LLDIKTI Wilayan XVI yang sangat proaktif. Sapaan personal dan sekaligus professional mewarnai kinerja di dalam lembaga-lembaga ini.

Ia mengharapkan alumni sungguh-sungguh menjadi pembawa harapan baru. “Kalian tidak sendirian. Berjalanlah bersama. Belajarlah bekerjasama, membawa harapan yang sungguh-sungguh. Dunia membutuhkan kalian. Berbekal ilmu filsafat dan teologi kalian akan mengembangkan kemanusiaan. Kembangkanlah talenta yang Tuhan telah berikan sehingga berbuah makin banyak.”

Rasa bangga juga disampaikan oleh Bapak Akub Zainal S.H, M.H mewakili Kepala Lembaga LLDIKTI XVI. STFSP termasuk sekolah yang sehat. “Tidak pernah terdengar konflik antara pimpinan dan badan penyelenggara atau Yayasan.” STFSP sudah terakreditasi, baik institusinya maupun prodi-prodinya dengan semua B (Baik Sekali). “Sesuatu yang patut dibanggakan.” Ke depan diharapkan STFSP dapat lebih berkembang menjadi perguruan tinggi yang unggul. Para dosen yang masih jabatan Lektor Kepala harus segera diuruskan menjadi Profesor. STFSP memang sudah memiliki satu professor yang merupakan kebanggaan juga karena beliau adalah satu dari hanya tiga professor di PTS-PTS Wilayah ini. Ke depan harus ditambah lagi. Demikian kata beliau sambil menjanjikan bahwa LLDIKTI XVI akan selalu mendukung dengan memberikan pendampingan-pendampingan yang berguna.

Kelima puluh lima mahasiswa dengan khidmat menerima pengesahan kesarjanaan mereka. Satu persatu menerima ijazah tanda bukti kelulusan dan pemindaan topi kesarjanaan oleh Ketua STF Seminari Pineleng. Frater Leonardus Ze, yang mewakili mahasiswa merasa sangat bersyukur bisa menyelesaikan studi di STFSP. Ia mengutip kata-kata Confusius: tidak masalah seberapa lama kamu berjalan, yang penting jangan berhenti. Frater Ze sangat senang karena pendidikan karakter di STFSP yang telah diterimanya. Kini mewakili teman-temannya  pamit kepada alma maternya dan mengajak teman-teman untuk sama-sama berjuang: jangan berhenti, jadilah expert dalam bidang yang ditekuni, untuk membangun bangsa, negara dan Gereja.

Posted in Tak Berkategori

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.