Pineleng, 15 September 2025 — Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng (STFSP) kembali mencatat tonggak sejarah penting dalam perjalanan akademiknya dengan menggelar Seremoni Pembukaan Kuliah Perdana dan Penerimaan Mahasiswa/i Baru Program Magister Filsafat. Acara yang berlangsung pada Senin, 15 September 2025, ini dihadiri oleh Ketua STFSP, Dr. Barnabas Ohoiwutun, jajaran pejabat struktural kampus, Kepala Yayasan Perguruan Tinggi Katolik Keuskupan Manado, Amrosius Wuritimur, S.S., Lic.Th, serta Guru Besar STFSP, Prof. Dr. Johanis Ohoitimur.
Sapaan Pembuka: Semangat Baru dalam Pendidikan Filsafat
Suasana akademik yang hangat tercipta sejak awal ketika rangkaian acara dibuka dengan sapaan dari Ketua STFSP, Dr. Barnabas Ohoiwutun. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa baru yang memilih STFSP sebagai tempat untuk menempuh studi lanjut di jenjang magister. Ia menekankan bahwa filsafat bukan hanya soal teori, tetapi juga sarana untuk melatih kepekaan berpikir, kejujuran intelektual, dan tanggung jawab moral di tengah tantangan zaman.
Selanjutnya, Kepala Yayasan Perguruan Tinggi Katolik Keuskupan Manado, Amrosius Wuritimur, S.S., Lic.Th, turut memberikan arahan. Beliau menegaskan pentingnya menjaga integritas akademik serta menjadikan ilmu filsafat sebagai bekal untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi Gereja dan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Program Studi Magister Filsafat, Dr. Longginus Farneubun, S.S., M.Th, menyampaikan harapan agar mahasiswa baru dapat menghidupi semangat kritis, reflektif, dan kolaboratif sepanjang proses perkuliahan. Menurutnya, perjumpaan dengan filsafat di level pascasarjana harus membuka ruang dialog yang lebih luas antara iman, ilmu, dan konteks sosial budaya.

Simbolisasi Pembukaan Perkuliahan
Setelah rangkaian sapaan, acara berlanjut dengan foto bersama yang menghadirkan jajaran pimpinan, dosen, dan seluruh mahasiswa baru program magister. Foto tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus peneguhan komitmen untuk menapaki jalan akademik yang baru.
Puncak acara ditandai dengan pembukaan pintu ruangan kuliah secara simbolis oleh Prof. Dr. Johanis Ohoitimur. Tindakan sederhana namun sarat makna ini dimaknai sebagai pintu menuju perjalanan akademik yang lebih dalam, di mana mahasiswa akan diajak masuk ke ruang filsafat untuk mengeksplorasi pertanyaan-pertanyaan fundamental tentang manusia, dunia, dan Tuhan.

Awal Perkuliahan: Antusiasme Mahasiswa Baru
Selepas seremoni, kegiatan dilanjutkan dengan perkuliahan perdana. Mahasiswa baru mengikuti sesi awal dengan penuh antusiasme, sebagai langkah pertama dalam perjalanan akademik mereka di STFSP. Kehadiran program magister ini diharapkan dapat menjadi wadah pengembangan ilmu yang lebih mendalam, serta melahirkan lulusan yang berdaya kritis, solutif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Tonggak Baru bagi STFSP
Seremoni ini tidak hanya menjadi penanda dimulainya perkuliahan bagi mahasiswa baru, tetapi juga mencerminkan komitmen STFSP dalam memperluas perannya di dunia pendidikan tinggi. Dengan membuka program magister filsafat, STFSP menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang terus berupaya menghadirkan kualitas akademik terbaik dan menjawab tantangan intelektual di era modern.
Acara ditutup dengan semangat kebersamaan dan doa agar perjalanan akademik mahasiswa magister filsafat STFSP dapat berjalan dengan baik, menghasilkan pemikiran-pemikiran yang mencerahkan, serta menghadirkan dampak positif bagi Gereja, masyarakat, dan bangsa.
