You are currently viewing Seminar Ilmiah Prodi Teologi Angkat Perspektif Selatan-Selatan dalam Kajian Teologi Historis

Seminar Ilmiah Prodi Teologi Angkat Perspektif Selatan-Selatan dalam Kajian Teologi Historis

Pineleng, 25 April 2026 — Program Studi Teologi Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng (STFSP) menyelenggarakan seminar ilmiah bertajuk “Mempromosikan Teologi Historis Dengan Perspektif Selatan-Selatan Sebagai Upaya Memperkaya Dialog Keilmuan Dalam Rumpun Humaniora” pada Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di Aula STFSP dan diikuti oleh mahasiswa serta dosen di lingkungan STFSP.

Seminar menghadirkan narasumber tunggal, Prof. Dr. Antonius Eddy Kristiyanto, yang memaparkan urgensi pengembangan teologi historis melalui pendekatan perspektif Selatan-Selatan (Global South). Dalam paparannya, ia menekankan bahwa selama ini kajian teologi historis cenderung didominasi oleh perspektif Barat, sehingga diperlukan upaya untuk menghadirkan sudut pandang alternatif yang lebih kontekstual dan inklusif.

Menurutnya, perspektif Selatan-Selatan menawarkan kekayaan pengalaman historis, sosial, dan budaya dari negara-negara berkembang yang dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperluas cakrawala pemikiran teologis. Pendekatan ini dinilai mampu mendorong terciptanya dialog keilmuan yang lebih berimbang dalam rumpun humaniora.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa teologi tidak dapat dilepaskan dari konteks kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pengembangan teologi historis perlu membuka ruang bagi pengalaman iman dan realitas sosial dari berbagai belahan dunia, khususnya dari wilayah yang selama ini kurang terwakili dalam diskursus global.

Kegiatan seminar berlangsung secara interaktif, ditandai dengan antusiasme peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan dan tanggapan yang muncul menunjukkan tingginya minat akademik terhadap pengembangan studi teologi yang kontekstual dan relevan dengan dinamika global.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Teologi STFSP diharapkan dapat terus mendorong penguatan tradisi akademik yang kritis, dialogis, dan terbuka terhadap berbagai perspektif, guna memperkaya pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang teologi dan humaniora.

Tinggalkan Balasan