• call Us: (+62) 431 835790

Peletakan batu pertama asrama Kateketik Putri STFSP

Pemberkatan asrama Putri

Peletakan batu pertama asrama Kateketik Putri STFSP

Pineleng 30 Nopember 2019. Keluarga STFSTF patut bersukabersuka cita hari ini karena dimulainya pembangunan asrama putri yang cukup lama diidamkan. Upacara Peletakan batu pertama dipimpin langsung oleh bapak Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benediktus Rolly Untu MSC. Selain Yayasan dan karyawan serta dosen STFSP turut hadir juga  Kepala Desa dan para warga sekitar yang menyambut kehadiran asrama ini dengan antusias. “Asrama Putri merupakan salah satu jawaban STFSP terhadap Renstra Keuskupan Manado untuk memperkuat kegiatan Katekese umat,” demikian Pastor Ventje Runtulalo Pr membuka acara. ” Tujuan asrama tak lain adalah untuk tempat pembinaan yang integral agar terbentuk katekis yang handal.”
Bapa Uksup pada saat homili juga memberikan gambaran mengenai kebutuhan penguatan iman di Keuskupan Manado yang sangat luas. Ada banyak kelompok umat di Keuskupan  yang membutuhkan pendampingan para katekis. Tugas ini termasuk tugas penting keuskupan kita,yaitu menjaga perbendaharaan iman. Kita perlu orang-orang yang beriman tangguh.
Ketua STFSP penuh harapan menyambut peristiwa ini. “Adalah cita-cita kita bersama agar para katekis yang dihasilkan oleh STFSP menjadi sungguh-sungguh ahli dalam kehidupan sosial mereka, matang dalam kepribadian dan dalam iman. Mereka akan terbiasa bekerja sama, saling menghargai dan bisa saling mendukung dalam pelayanan. Pembinaan asrama menjadi kebutuhan mutlak untuk mewujudkannya.” Sudah lama asrama ini dirindukan, sebab terasa sekali bedanya beberapa tahun ini mahasiswi tersebar di tempat-tempat kos. Kehidupan teratur dan disiplin agak mengendor.
Bapak Uskup berkenan memberikan nama untuk calon asrama Putri ini, yaitu Asrama st. Benedikta dari Salib. Nama ini diambil dari nama biara St Edith Stein, seorang filsuf wanita asal Jerman yang menemukan jawaban atas pencarian filosofisnya dalam iman Katolik. Penuh keyakinan ia memeluk iman ini dan bergabung dalam biara Karmel tak Berkasut (OCD). Ia menjadi salah satu pujangga Gereja jaman modern. Bapak Uskup berharap semangat ini bisa menjadi inspirasi bagi para penghuni asrama nantinya.

  • Prev Post

LeaveComment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *